Senin, 11 Januari 2010

Dalihan na tolu

Somba marhula-hula, manat mardongan tubu, jala elek marboru
Dalihan natolu merupakan sitem kekerabatan bagi kita orang Batak. Dari pelaksanaan sistem Dalihan natolu ini tercermin pula pola kehidupan bermasyarakat diantara kita. Sejak dilahirkan sampai meninggal setiap orang Batak secara pasti telah ditempatkan dalam sistem kekerabatan ini. Ada saatnya sebagai hula-hula, ada saatnya sebagai dongan tubu, dan ada saatnya sebagai boru. Hal ini merupakan sesuatu yang sangat penting bagi kehidupan orang Batak, dan dari sana dapat kita tau dimana tempat kita duduk dalam suatu acara orang Batak.
Dalihan natolu dapat kita artikan sebagai '3 posisi utama' dalam kekerabatan orang Batak, yaitu:

1. Hula hula

Posisi hula hula berada diatas, kelompok ini merupakan pihak keluarga dari marga isteri kita. Orang tua dan saudara laki-laki dari isteri kita adalah kelompok hula hula bagi kita. Jika kita sebagai boru, harus Somba marhula-hula,yang artinya kita harus hormat kepada keluarga tempat kita mangalap boru. Dasar pemikiran yang utama dari ompunta sijolo-jolo tubu tentang sikap ini adalah, bahwa hanya dari pihak marga sang isterilah satu keluarga mengharapkan dan mendapat berkat. Berkat yang sangat diharapkan oleh satu keluarga dari hula-hula adalah 'Hagabeon hamoraon hasangapon' dan sang isteri sangat berperan dalam hal ini disetiap keluarga. Oleh sebab itu kita harus 'somba marhula hula' agar isteri kita, keluarga kita selalu diberkati oleh hula-hula kita.

2. Dongan tubu

Posisi dongan tubu adalah sejajar dengan kita, kelompok ini merupakan saudara semarga kita. Memang sering terjadi kesalahpahaman diantara namardongan tubu, tapi kata orang-orang tua, 'tampulon aek do ninna namardongan tubu', yang artinya, walaupun terjadi kesalahpahaman, namun tidak akan pernah putus hubungan persaudaraan itu, sama seperti jika kita coba memotong aliran air dengan pisau, pasti akan langsung menyatu kembali. bahkan adalagi yang mengatakan, 'lului ma dongan tubum asa adong donganmu marbada' memang lebih baik kita berselisih dengan saudara semarga kita daripada dengan orang lain, sebab dengan saudara pasti akan menyatu kembali, tapi dengan orang lain itu sangat susah. Tapi walaupun demikian, tiada gunanya berselisihpaham, sebab banyak ruginya, oleh sebab itu ompunta naparjolo mengatakan 'asa manat mardongan tubu' biar jangan terjadi perselisihan.

3. Boru.

Posisi boru adalah dibawah dalam kekerabatan kita, dan kelompok ini merupakan pihak marga suami dari saudara kita perempuan. Dalam kehidupan sehari-hari, pihak boru bertugas untuk membantu dan mendukung suatu pekerjaan/acara yang diadakan oleh pihak hula-hula agar berjalan dengan baik, bantuan dalam tenaga, dana dan pemikiran.
'Mandanggurhon tu dolok do, molo mangurupi hula-hula', pasti! Jika kita membantu hula-hula, maka kita akan mendapat berkat dari hula-hula itu, sama sperti jika kita melempar batu ke gunung pasti akan kembali kebawah, bahkan mungkin akan membawa batu lain, maksudnya berkat yang lebih besar dari bantuan kita tersebut.
'Boru do pangalapan gogo di hula-hulana', itulah prinsip dari kekerabatan kita. Oleh sebab itulah ompunta najolo mengatakan 'ingkon elek marboru'. Kita harus merangkul boru kita dengan penuh kasih.

Dalihan natolu ini merupakan pedoman bagi orang batak didalam kehidupan sehari-hari bermasyarakat bagaimana kita berbicara, bersikap, bertindak , mengambil tempat dalam suatu acara adat, tapi bukan merupakan suatu pembedaan kelas seperti kasta, sebab setiap orang pasti menduduki tempat itu. Adakalanya menjadi hula-hula, adakalanya menjadi boru. Jabatan tidak mempengaruhi kedudukan setiap orang dalam dalihan natolu ini, jika kita boru, ya.. harus marhobas. Itulah realitas kehidupan bermasyarakat dalam sistem kekerabatan orang Batak, disana terkandung nilai-nilai universal yang berlaku ditengah-tengah masyarakat luas, dan dalam dalihan natolu ini, tercermin nilai-nilai demokrasi orang Batak. Begitu indahnya dalihan natolu itu.
Untuk semakin memperindah tatanan kehidupan kekerabatan itu, mari kita hilangkan sifat 'elat, late, teal tamba hosom'. Kadang karena sifat ini, hubungan dalam kekerabatan dalihan natolu menjadi hancur berantakan, 'ai raja ho disi raja do nang au dison' inilah istilah siteal berbicara.
Horas ma dihita sudena.

Selasa, 22 Desember 2009

Boa-boa

Molo adong nanaeng sipabotohononta tutonga-tongani hita pomparan ni Raja Simanungkalit, boru bere ibabere, dison ta pabotohon.
Horas...!

BUKU TAMU

Sebagai sarana bagi kita untuk semakin mengenal satu sama lainnya, dan semakin mempererat rasa persaudaraan diantara kita, mari kita isi buku tamu ini dengan data diri kita. Horasma